Cerita Dewata

images

Sebuah cerita antara pulau dewata dan kota pelajar, ya dua tempat yang terkenal akan pariwisatanya tak terlewatkan cintapun banyak bersemi di tempat itu sebuah cerita telah tejadi diantara dua lokasi ini.

Ku berusaha untuk menuliskan cerita ini, cerita dimana kita baru pertama kali bertemu di pulau bukan di pulau jawa pastinya, ya…itulah pulau bali pulau yang banyak diperbincangkan orang tentang keindahan pantainya pulau yang dikenal dengan pulau cinta, di pulau ini pula ku menemukan dirimu yang dahulu pernah membuat diriku penasaran dari manakah dirimu berasal, siapa namamu, mungkin dulu aku tak berani bertegur sapa denganmu hingga akhirnya ku menyesal. Kini di pulau ini ku bertemu dengan dirimu kembali, mungkin telah ditakdirkan kau dan aku bertemu di pulau ini atau hanya kebetulan yang membuat diriku bahagia. Sebuah pertemuan yang aneh menurutku kenapa aku langsung bisa menyapa dirimu tanpa ada rasa canggung, padahal dahulu jangankan untuk menyapamu untuk meminta nomor telponmu dari temanmu saja aku tidak berani.

Hari ini tepat hari pertama aku menapakan kaki ku di pulau dewata, entah karena waktu itu aku kelelahan atau bagaimana tanpa sadar aku duduk disampingmu tanpa memulai obrolan sedikitpun tanpa sadar ku lontarkan pertanyaan kepadamu, dan kaupun menjawabnya dengan tersenyum dan berfikir tentang pertanyaanku  saat itu pula tanpa kita sadari kita langsung akrab walaupun aku tak tahu siapa namamu waktu itu. Putri itu yang ku dengar dari teman-temanmu ketika memanggil dirimu, hari-hari ku berjalan begitu saja hingga ku sadari ada yang kurang jika tidak melihat dirimu, entah kenapa ketika ku melihat dirimu, bagitu nyaman dan langsung membuatku ceria entah karena wajahmu yang bundar seperti melon atau tubuh mungilmu yang menjadikan dirimu lain dengan orang-orang yang ada waktu itu, hingga setelah waktu itu kita sering berpapasan tanpa disadari mungkin benar kata pepatah dunia tak selebar daun kelor, suatu ketika aku meminta nomer HP mu secara tak langsung dan kau pun memberikan pilihan ingin memberi nomer yang mana kau pun langsung memberiku nomer Hp M3 mu,  ku kirim sms ke nomer mu , yang  membuat ku heran kau bilang tak mau memberi nomer AS mu, malah kau membalas dengan nomer AS mu..hahahahhaaa

Akhirnya telah tiba juga hari dimana aku harus meninggalkan pulau ini, berat rasanya tapi ya sudahlah kewajibanku telah ku laksanakan mendampingi anak-anak untuk dapat melangkah jauh kedepan atau hanya sekedar refresing menenangkan pikiran yang selalu disibukan dengan soal-soal kuliah selama beberapa semester, dalam perjalanan pulang tak lupa ku sampaikan terimakasih kepadamu walaupun tak secara langsung bertatap muka.

Hari demi hari ku lalui di pulau dimana ku dilahirkan menjalani hari-hari kuliah seperti biasa ya walaupun dapat dibilang aku sudah semester dimana sudah tidak ada lagi mata kuliah yang ditempuh, suatu ketika ingin rasanya menghubungi dirimu bercanda gurau walaupun hanya lewat media perantara, ku beranikan diriku untuk menghubungi dirimu, dan kau pun seolah-olah menerima ajakanku untuk berbincang walaupun hanya lewat telepon genggam ini, seakan hari-hariku akan dipenuhi warna-warna ceria, kulewati hari-hari ini tanpa terlewatkan untuk berbincang melalui telepon ini, membicarakan hal-hal yang penting sampai bergosip, senang rasanya bisa membuatmu tersenyum, kadang aku tersenyum sendiri ketika membaca pesan dari mu di Hp ku entah kenapa rasanya bahagia sekali, sampai-sampai kadang kita tidak tahu sudah jam berapa saat kita berbincang dimalam hari, meski aku tahu walau dirimu tidak suka dengan hal-hal berbau mistis apa lagi jika bercerita dimalam hari,  pasti aku ceritakan sedikit karena aku ingin melihat ekspresi penolakanmu aku membayangkan ketika berada disampingmu, mungkin lucu sekali..hihihihihii

Suatu hari eyang dibawa ke rumah sakit, mau tidak mau aku harus pulang dari kota ku kuliah ini, syukurlah ketika aku sampai di rumah eyang sudah sedikit baikan, mungkin aku harus pulang kerumahku di ibu kota untuk menengok kabar adik kecilku yang sedang nakal-nakalnya..hahahahhhhaaaaa

tapi entah kenapa ketika ku baca pesan darimu ingin berkunjung ke kota dimana aku kuliah rasanya aku tidak bisa berfikir panjang, yang ada dipikiranku hanya bagaimana cara agar bisa bertemu dengan kamu, seribu alasan ku lontarkan kepada orang tuaku agar aku diijinkan untuk pulang kembali untuk berkuliah walaupun masih dalam hari minggu tenang. Tak sabar rasanya ingin cepat bertemu denganmu waktu itu.

Hatiku semakin senang ketika melihat pesanmu sudah tiba di kota ku menuntut ilmu, ingin rasanya aku bilang kepada supir mobil ini agar melaju lebih cepat lagi agar cepat sampai di kota tujuanku, rasanya tak inginku lewatkan sedetikpun tanpa ada bersamamu, takkan kulupakan saat kita bermain dipantai wajahmu terlihat bahagia seolah-olah tidak pernah bertemu dengan pantai, dan yang pasti tidak pernah terlupakan saat perjalanan berangkat menuju pantai dimana kita terkena tilangan pak polisi hahahahaha

inginku meuliskan sebuah puisi untuk mu mungkin tidak sebagus dengan yang sudah terbiasa membuat puisi tapi itu hanya terlintas didalam pikiranku saja.

Seperti lagu yang berirama indah, wajahmu yang terlihat lugu itu selalu menenangkan hati ini

Mungkin diriku terlalu ego yang seolah-olah membelenggu kehidupanmu, aku hanya takut kau menjauh dariku kembali ke masa kita tidak saling kenal dahulu

Ingi rasanya ku melihat wajah melonmu itu,

Malam-malam yang kulewati seakan tak bersahabat dengan diriki atau bulan yang cemburu karena ketika ku pandangi dia akan selalu mengingatkan pada dirimu

Wajahmu yang mungil itu selalu terniang di benakku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s