Sapu Tangan Mona

Entah kenapa ingin sekali ku menulis kisah persahabatan kita di waktu itu, waktu pertama kita bertemu di masa kecil tak tahu tanggal berapa waktu itu yang ku ingat hanyalah kita bertemu disaat masih duduk dibangku sekolah dasar, SDN 011 Petang Jakarta Barat, mungkin sebuah kebetulan kita dimasukan ke sekolah yang sama walaupun usiaku lebih muda 1 tahun dari mu waktu itu, hari pertama masuk sekolah dasar dihabiskan dengan perkenalan masing-masing siswa, dimana guru memanggil nama kita untuk maju satu persatu di depan kelas dan meperkenalkan diri kita kepada teman-teman yang lain sambil di perhatikan oleh orang tua kita yang senang tiasa menunggu kita di luar kelas sampai jam sekolah selesai, seakan mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan melihat buah hati mereka mulai tumbuh. Mona nama yang terucap dari bibirmu waktu itu, gadis cantik dari tanah sunda dengan gaya rambut terurai tampak begitu anggunnya dirimu waktu itu, tahun pertama kita sekolah aku tidak begitu mengenal akrab dirimu walaupun kita teman sekelas hingga akhirnya kita dipisahkan beda kelas pada tinggat selanjutnya kamu ditempatkan di kelas A yang kata orang-orang adalah kelas para orang pintar sedangkan aku di kelas B yang mayoritas anak nakal semua hahahahaa, dahulu kamu sering mengejek diriku karena sering bergaul dengan teman perempuan, entah karena kamu cemburu denganku yang mudah mendapatkan teman walaupun lebih banyak teman perempuan dari pada teman lelaki, ya…. ku sadari kalau aku dahulu memang lebih memilih berteman dengan perempuan dari pada lelaki entah kenapa aku merasa nyaman saja jika berteman dengan  perempuan, mungkin karena mereka jarang menggunakan kekerasan pada setiap masalah yang ada, walaupun tak ku pungkiri aku pernah melihat perempuan berkelahi sewaktu aku masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Tak terasa 6 bulan telah ku tempuh di bangku kelas 2 SD ini, yang membuat ku heran dari pertama aku masuk di sekolah ini, aku selalu melihat kamu membawa sapu tangan berwarna biru muda itu, dalam hatiku berfikir mungkin itu sapu tangan kesayanganmu yang dibeliakn oleh orang tuamu atau sapu tangan pemberian dari cowok yang kamu sukai hahahahaa tapi itu tak mungkin karena dulu kita belum mengerti apa itu cinta. Suatu ketika saat jam pelajaran olahraga kelas A dan B di jadikan menjadi satu kelas, dimana kita membuat pertandingan sepak bola antara para siswa putra sedangkan untuk siswa putri membuat permainan bola kasti dengan lapangan yang sedikit berjauhan hingga akhirnya jam pelajaran olahragapun usai, tiba-tiba kamu mendekati diriku di tepi lanpangan dan kamupun mengeluarkan sebuah handsaplas, dalam hatiku bertanya bagaimana kamu bisa tahu kalau aku tadi sempat terjatuh saat pertandingan sepak bola tapi ya sudahlah ku terima saja pemberianmu dari pada aku tolak, karena aku tahu bagaimana ekspresimu ketika kamu marah karena seseorang menolak pemberian darimu. Tanpa ku kira berawal dari itu kita mulai akrab dan menjadi sahabat. Hari demi hari kita lewati dengan rasa senang sebagaimana layaknya perilaku anak-anak di sekolah dasar, kamu tak pernah membeda-bedakan dalam pertemanan baik itu yang berasal dari keluarga tak mampu ataupun dari keluarga yang kaya.

Akhirnya kita telah menduduki bangku kelas 5, tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat aku jalani di sekolah ini, kita semakin akrab bagaikan kakak dan adik dimana kita telah berjanji akan menjadi sahabat selamanya. Sampai sekarang aku masih heran denga sapu tangan biru muda yang selalu kamu bawa sampai sekarang ini, ketika ku bertanya kamu malah tertawa seolah-olah itu adalah hal yang lucu untuk di pertanyakan dan kamu malah menjawab dengan gampangnya karena kamu suka dengan warna dan motif sapu tangan itu. Suatu hari aku melihat kamu kebingunan dan ingin menangis padahal kamu sudah duduk dibangku kelas 5SD, aku dekati dan bertanya kenapa kamu menangis dan ternyata tanpa sengaja kamu menghilangkan sapu tangan yang selalu kamu bawa itu, akhirnya karena merasa kasihan akan keadaanmu itu aku tawarkan untuk kita mencarinya bersama, dan raut wajah yang tadi kulihat seperti awan mendung itu tiba-tiba terlihat mulai cerah sambil kamu menghapus air mata dengan tanganmu, dalam hati aku tertawa ‘hahahahahaaa aduh ada-ada saja anak ini’, akhirnya kita pun mencarinya disekitaran sekolah tanpa terasa waktu sudah menjelang sore hari, seperti orang hilang saja kita berkeliaran di sekitar sekolah hanya berdua saja dimana kelas-kelas sudah pada terkunci karena tidak ada siswa lagi disekolah itu, yang aku masih ingat waktu itu ketika orang tua kita mencari kita karena khawatir kita tak sampai di rumah tepat waktu setelah jam sekolah usai, dan aku kaget ketika melihat orang tua kita datang ke sekolah untuk mencari kita dan aku baru sadar waktu itu sudah menunjukan pukul setengah enam, jelas saja mereka khawatir karena seharusnya kita sudah sampai dirumah 2 jam yang lalu, aku hanya dapat tersenyum saja ketika dimarahi karena kita dikira maen tak kenal waktu bukannya pulang sekolah terlebih dahulu, dengan santainya aku mejawab untuk membantumu mencari sapu tanganmu tapi ya tetap saja mereka tak percaya hehehehee, hingga akhirnya kita dibawa pulang dan ku melihat wajahmu begitu pasrah dan merelakan sapu tangan itu. Ke esokan paginya kamu datang lebih awal dari ku, aku kaget melihat wajah ceriamu beda dengan terakhir kali aku melihat wajahmu kemarin sore tapatnya, tiba-tiba kamu menghampiri diriku dengan menunjuka sapu tangan yang kemarin kita cari bersama sampai-sampai kita dimarahi orang tua kita, kamu tersenyum dan menceritakan bahwa kamu menemukan sapu tangan itu di laci meja  tempat duduk mu itu.

Ujian semester 1 kelas 5SD telah selesai dan tiba waktunya pembagian raport para siswa-siswa, aku kaget ketika melihat raportku yang sudah diberikan oleh guruku kepada orang tuaku ternyata terdapat nilai 5 alias nilai merah, ya dahulu nilai dibawah 6 itu dinyatakan nilai merah nilai yang paling ditakuti oleh para siswa karena kata para guru kalau terdapat nilai merah kalian tidak dapat naik kelas. Sedang asik aku nenatapi raport yang masih terbuka di tanganku ini tiba-tiba kamu merebutnya dan menertawakanku karena terdapat nilai merahnya, dalam hatiku kenapa nilaimu harus lebih bagus ditahun ini dariku seandainya saja kamu juga memiliki nilai merah pasti aku juga dapat mengejek dirimu itu.

Semester 2 sudah mulai berjalan, namun di minggu pertama ini aku tak melihat dirimu masuk sekolah mungkin kamu masih sedang asik berlibur di luar pulau dan baru akan pulang hari ini, hingga 2 minggu sudah, sekolah sudah memulai aktifitas belajarnya namun aku tetap tak melihat kamu masuk sekolah sampai aku mendapat kabar kalau kamu sedang sakit dan dirawat di rumah sakit terbesar di daerah Jakarta Barat, dengan gaya bicaraku yang seadanya aku mengajak anak-anak kelas untuk menjenguk dirimu dan merekapun menyetujuinya dan akan menjengukmu di hari minggu saat libur sekolah nanti dan kami pun mengumpulkan dana seikhlasnya untuk membelikan buah-buahan yang nantinya akan kami bawa untuk menjengukmu  karena kami bingung untuk membawakan kamu apa. Sampainya kita di rumah sakit langsung menuju ke kamar dimana kamu dirawat, tanpa sengaja aku mendengar percakapan antara dokter dengan orang tuamu tentang penyakitmu, dan ternyata kamu telah mengidap penyakit leukemia, dalam hatiku penyakit macam apa itu mungkin semacam demam berdarah, karena waktu itu aku masih kecil dan tak ada akses internet jadi aku tak mengetahui tentang penyait yang kamu derita dan akupun tak memberitahu siapa-siapa bahkan dengan teman sekelas kita. Mulai dari situ ku sempatkan diriku untuk menjenguk dirimu di akhir pekan, siapa tahu dengan aku berada disana dapat menemani dirimu dan membuatmu ceria, tak tega rasanya melihat tubuh mungilmu itu terus berada di rumah sakit menanggung beban penyakit yang akupun belum mengetahui itu penyakit apa. Suatu ketika entah kenapa  ingin rasanya membawakan dirimu bunga saat menjenguk dirimu dan aku putuskan untuk membeli bunga besok sebelum menjenguk dirimu. Tiba akhirnya hari dimana ku menjenguk dirimu dan membawakan kamu bunga yang ku beli di pasar cengkareng untuk sekedar menyenangkan  hatimu, rasa kaget dan bingung yang kurasakan ketika ku membuka pintu ruang inap mu suasana sedih yang kurasakan, aku melihat kedua orang tuamu menangis dihadapanmu aku tak tahu apa yang terjadi sebenarnya, aku bertanya kepada orang tuamu dan sambil meneteskan air mata mereka menjawab bahwa kau sudah tidak ada di dunia ini lagi, betapa kagetnya diriku ketika mengetahui kau sudah tidak ada lagi, percuma saja aku membeli bunga kalupun hanya menjadi perpisahan, dalam rasa sedih ini orang tuamu memberikan sapu tangan biru yang biasa kamu bawa itu, mereka mengatakan bahwa mona bahagia telah memiliki tema sepertiku dan dia ingin aku menyimpan saput tangan ini . sapu tangan biru muda ini akan ku simpan sebaik mungkin sebagaimana kita telah menjadi sahabat, izinkan aku untuk menulis beberapa kata yang belum sempat aku ucapkan dahulu.

Mona

Masih ingatkah kau dengan diriku ini, canda tawa yang kita lewati dahulu

Masih ingatkah kau dengan masa-masa dimana kita berusaha untuk menjadi dewasa

Jika saja aku tahu dahulu penyakit yang kau derita begitu berbahaya, akan ku hibur kau sampai waktumu tiba

Wajahmu yang lugu itu kadang membuatku tertawa jika tiba-tiba teringat dengan dirimu, membayangkan tidak sesuainya wajah polosmu dengan sikapmu yang seperti lelaki itu

Mona maafkan aku, sapu tangan yang kau titipkan dahulu itu aku lupa menaruhnya, tapi ku yakin itu masih tersimpan baik di tumpukan pakaianku di rumah

Mungkin kata-kataku ini tidak dapat mengembalikan kamu yang sudah berada di singgah sana, menari melintasi galaksi luar angkas, semoga kau bahagia disana dimana kau sudah tidak harus menjalani hari-harimu dengan penyakit yang membuatmu harus meninggalkan orang-orang yang kau cintai.

^_^

kaka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s