Bunga

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

Sebuah cerita dari dunia lain, bukan tentang tayangan di Tv melainkan sebuah kisah tentang perjalanan sesosok makluk wanita penghuni Pusat Kegiatan Mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri Yogyakarta, kisah tentang kehidupan dia di masa lalu, kisah tentang perjalanan dia bersemayam di PKM, kisah tentang betapa tragisnya kehidupan yang dia jalani hingga ajal menjemputnya.

Tahun 2009, awal perjumpaanku dengan makhluk ini, dia bernama bunga seorang gadis yang yang pernah hidup pada masa penyerangan PKI sedang gencar-gencarnya. Bunga merupakan gadis yang cantik pada jaman itu, hingga akhirnya pada tahun 1964 ketika dia baru menginjakan kaki di umur 20 tahun, dia di bunuh oleh pelaku yang tidak diketahui jejaknya hingga sekarang. Kadang aku berfikir, arwah orang yang sudah meninggal tak mungkin berkeliaran di muka bumi ini lagi, namun ini realita yang terjadi aku hanya dapat berpositif thinking saja bahwa ini adalah sebuah rasa penyesalan yang ia luapkan, mengapa hidup begitu kejam terhadap dirinya, tubuh yang tak benyawa itu dibiarkan begitu saja di pinggiran jalan.

Kembali ke kisah awal pertemuanku dengan bunga, mungkin kalian heran kenapa aku bisa bercerita bigini, semenjak lulus dari SMP entah kenapa aku bisa merasakan bahkan melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. 2009 awal aku menjajahkan kaki ini di kota Yogyakarta, aku memilih kuliah disini lantaran aku sudah terbiasa jauh dari orang tua, 2 bulan telah berlalu sejak aku masuk di bangku kuliah, aku mengikuti ekstra kulikuler Pers Mahasiswa atau yang biasa dikenal di kalangan mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), waktu itu kampus ku masih seperti kota tua banyaknya bangunan-bangunan lama berlantai 1 sehingga menimbulkan aura mistis jika malam sudah tiba, terlebih lagi terdapat 2 pohon beringin di belakang sekretariat. Walaupun aku memiliki kos tapi, aku lebih memilih untuk tidur di sekretariat entah kenapa aku merasa nyaman untuk tidur disana walaupun aku tahu tidak ada orang lain yang tidur disana. November 2009 aku mendengar suara tangisan seorang wanita di tengah kegelapan malam di dalam ruang kelas, ya depan sekretariat adalah salah satu ruang kelas dari fakultas bahasa dan seni, aku mencoba mencari tahu siapa sebenarnya yang sedang menangis, dalam pikiranku tidak mungkin ada seorang wanita didalam kelas menangis tengah malam begini, aku mencoba untuk memastikan dari luar jendela dan ternyata buka seorang gadis yang ku lihat atau lebih tepatnya bukan manusia yang ada disitu melainkan sesosok roh dari seorang wanita, bukan sebuah kenangan yang indah jika diingat-ingat, namun entah kenapa aku dapat berteman dengan dia ya walaupun tidak dalam jangga waktu yang singkat.

Memasuki tahun ajaran 2010 dimulianya pula pemugaran gedung-gedung tua yang rencana akan di bangun Pusat Kegiatan Mahasiswa dengan 3 lantai, entah secara sengaja atau tidak, ketika bangunan ini selesai dibangun, seakan mengikuti jejak mahasiswa lain bunga pun ikut pindah dari kelas tua yang selama ini dia tempati ke gedung PKM, namun banyak yang tidak mengetahui keberadaan dia disana, dia menempati lantai 1 walaupun kadang-kadang ia jalan-jalan kelantai 2 dan 3, mungkin bagi yang dapat merasakannya akan merinding dengannya, namun dibalik penmapilannya itu dia merupakan sosok yang baik hati, periang, namun terkadang suka usil juga terhadapat penghuni PKM yang tidak tahu aturan, dia pernah menemani diriku ketika aku tidur di lantai 3, tapi tidak ku perbolehkan masuk kesekretariat hanya sebatas di depan pintu saja karena takut terjadi hal yang tidak-tidak. Kadang dia menangis di tengah malam, kadang pula tangisannya terdengar oleh orang yang tidak bisa melihat dia,  pernah ketika dia datang dengan membawa aroma bunga melati seisi PKM lantai 3 langsung merasa ketakuatn semua, mungkin memang sudah menjadi hal yang biasa buat aku, tapi mungkin tidak untuk orang lain. Setiap hari bunga selalu mneghabiskan waktunya dengan duduk saja di salah satu ruangan di lantai 1 pkm, kadang dia entah pergi kemana lalu kembali lagi, dia sangat baik hati, kadang menjadi bahan tertawaan untuk orang yang ingin menakut-nakuti namun ia malah ikut tertawa bersama dan tidak marah, pernah sesekali aku di rayu olehnya, dia berkata bahwa aku ini orang yang baik dan ganteng, coba bayangkan ketika dirayu oleh wanita namun bukan manusisa gimana rasanya?? Ya seketika aku malah merinding mendengar ucapannya itu, namun aku berterimakasih karena dia punya hak juga untuk mengatakan seperti itu. suatu hari aku bertanya tentang kehidupannya di masa lalu dan dia pun mulai menceritakannya, Yogyakarta 1944 bunga dilahirkan dari keluarga yang tidak mampu, namun bukan berati dia lahir dengan buruk rupa, dia terlahir dengan wajah yang cantik, sayang waktu yang tidak memihak kepada dia, dia dilahirkan pada masa-masa Indonesia sedang bergejolak, penjajahan dimana-mana, pembunuhan merajalela, namun nasib baik masih bersama dirinya. Dia tumbuh berkembang menjadi gadis yang cantik hanya saja dia tidak dapat mencicipi bangku pendidikan diwaktu itu, jadi dia bekerja mulai dari usia 15tahun, menjadi buruhpun ia tekuni, hingga tragedi di tahun 1964 menimpa dirinya, dia dibunuh oleh seseorang yang tidak di ketahui ketika ia sedang dalam perjalanan pulang, di malam yang begitu gelap di hari yang tidak pernah ia ketahui akan kehilangan nyawanya. Sedih rasanya mendengar cerita itu,  ketika ku mencari informasi di internet , ternyata banyak kasus pembunuhan serupa terjadi dimana-mana pada tahun itu, mungkin dia belum menerima keadaan yang sebenarnya bahwa dia telah meninggalkan dunia ini, hingga saat ini dia dengan damai menghuni PKM dengan caranya sendiri dia tetap merasa nyaman tinggal disana walaupun kadang banyak yang tidak menghargai dang menganggap keberadaannya itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s