Sinka Island Pantai Indah yang Mulai Terlupakan

IMG01832-20140502-0948Sinka Island Park mendengar nama tersebut mungkin dibenak sudah terbayang bahwa ini adalah sebuah pulau kecil tempat wisata namun bukan itu Sinka Island Park adalah salah satu objek wisata yang berada di Singkawang, Kalimantan Barat. Objek wisata ini terletak di teluk Ma’Jantuh atau teluk karang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan selama 3 jam dari Pontianak Sinka Island adalah perpaduan antara wisata alami dan wisata modern

Sebenarnya, Sinka Island merupakan sebuah kawasan wisata yang sengaja dibangun sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya untuk warga Singkawang. Jalan menuju ketempat inipun tidak mudah untuk dilalui, kita harus melewati jalan perkampungan terlebih dahulu sepanjang 3km dari jalan pusat, jalan sempit dan rusak membuat kendaraan tidak dapat dipacu dengan kencang. Di tempat wisata ini, Anda bisa menikmati keindahan pantai yang masih alami. Pengunjung bisa menikmati pemandangan pantai dengan berjalan kaki, di tepian pantai terdapat pantung-patung dari 12 shio dari shio tikus hingga shio naga, mungkin karena singkawang mayoritas adalah penduduk thiongkok tidak heran jika akan banyak menemui bangunan-bangunan bergaya tiongkok disini.

Selain itu, di kawasan wisata ini juga terdapat beberapa fasilitas pendukung lain yang tidak kalah menarik seperti kantin, kolam renang, dan beberapa kios minuman dan makanan yang menyediakan berbagai macam sajian kuliner yang lezat.

Salah satu area yang paling populer di tempat wisata ini adalah Sinka Zoo. Sinka Zoo itu sendiri adalah sebuah kebun binatang dengan topografi yang berbukit – bukit. Area kebun binatang ini berada di bagian selatan Sinka Island yaitu sekitar 500 meter setelah Anda masuk ke kawasan Sinka Island Park.

Terlepas dari itu semua, pantai yang ku pijaki ini mulai terlihat kotor, minimnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan pantai ini membuat tempat wisata ini kian hari semakin sepi akan pengunjung, sampah di pinggiran pantai yang terbawa oleh ombak tak kian di bersihkan dan dibiarkna menumpuk di pinggiran pantai.IMG01840-20140502-1041

Perjalanan ku lanjutkan mengelilingi lingkungan masyarakat sekitar, kehidupan masyarakat pesisir yang setiap harinya mencari ikan di laut, prahu-prahu nelayan berlabuh di tepian teluk. Hujan mulai turun dengan lebatnya ketika ku sedang asik menikmati budaya masyarakat sekitar, ku niatkan untuk singgah di warung kopi untuk berteduh sekaligus melepas lelah setelah mengelilingi pantai, segelas kopi ku minta ibu untuk membuatkanya. Terlintas heran di pikiranku ketika mendengar ibu penjaga warung menyuruh anaknya untuk menampung air hujan, ternyata kehidupan disini tak seindah yang dibanyangkan, untuk mendapatkan air bersih warga harus berbagi sumur agar dapat mendapatkan air, itupun jika air masih banyak jika sumur sudah mulai surut banyak warga yang mengeluhkan kondisi seperti ini, sehingga ketika hujan turun dengan derasnya bagaikan rejeki besar yang mereka terima dari Sang Pencipta.

Aku hanya dapat menitipkan pesan kepada teman-teman yang mebaca tulisan ini, marilah kita menjaga alam ini, bukan penigkatan modernisasi yang kita butuhkan tapi kesederhanaan dalam modern, jika bukan dari diri kita sendiri yang menjaga alam ini siapa lagi yang akan menjaganya ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s