Kenangan Bersama Bapak

makan bapak

Tulisan ini kepersembahkan untuk mengingat alm Bapak yang sudah tenang disana.


2 tahun sudah berlalu, namun bayangmu tak akan pernah hilang dalam benak ini, 4 september 2012 sebuah kabar buruk ku terima ketika ku masih menyandang status mahasiswa di kota Yogyakarta, Bapak telah dipanggil setelah sekian lama menahan rasa sakit yang dideritanya. Bapak merupakan panggilan ku untuk orang tua angkatku. Bapak merupakan orang tua dari teman adikku karena sudah akrab sehingga aku sudah di anggap sebagai keluarga sendiri, kisahku mengenal bapak dimulai dari kelas 2 SMP dimana aku lebih memilih masuk pondok pesantren disaat keluarga pindah rumah, saat berada di pondok pesantren aku bersama anak ke 2 bapak yang sekarang aku panggil abang, dari sinilah awal kisahku dimulai di keluarga baru. Anto merupakan pangilanku di keluarga ini, Bapak sudah menggapku sebagai anaknya sendiri, beliau tidak pernah membeda-bedakan sikapnya antara satu dengan yang lainnya beliau tegas dan sayang terhadap anak-anaknya termasuk dengan diriku walaupun aku bukan anak kandung dari beliau, masih teringat dibenak ini ketika beliau masih sehat dan selalu mengajakku kepasar untuk menemani beliau berjualan daging, disini aku kenal semua penjual-penjual yang Bapak kenal mulai dari penjuanl ikan, sayur dan sembako, Beliau merupakan orang yang dihormati baik di pasar maupun dilingkungan rumah. Pernah suatu ketika liburan sekolah datang aku diajak bapak untuk bermain dikampung halaman beliau di daerah pandegelang bersama keluarga lain, senang rasanya bisa berlibur di kampung halaman beliau, aku dikenalkan kepada sanak saudara dengan bangga dan tersenyum beliau berkata “ini anak angkat gue” tak pernah rasanya ada seseorang yang mengenalkan diriku seperti ini senang rasanya. Selama hampir 2 tahun aku tinggal di tempat Bapak, setiap waktunya pulang dari pondok pesantren aku singgah ditempat beliau untuk menginap satu atau dua malam sebelum pulang ke rumah, entah kenapa diri ini menemukan sebuah kenyamanan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain, tempat yang selalu menerimaku sebagai bagian dari keluarga.


Tahun 2006 aku menginjakan kaki di kelas 3, dimasa ini aku lebih intensif pulang di setiap akhir pekan untuk fokus belajar saat ujian nanti, setiap akhir pekan datang aku selalu pulang ketempat bapak agar  pikiranku tenang, tak ada yang berubah selama aku tinggal disini sama seperti sebelum-sebelumnya aku sering di ajak kepasar oleh beliau. Tanpa terasa ujian telah selesai dilaksanakan dan hari pengumumanpun tiba, aku medapatkan peringkat 2 di sekolah dengan nilai yang memuaskan dengan bangganya aku tunjukan ke Beliau sebelum aku pulang kerumah. Setelah lulus akupun pindah ke kampung halamanku di Banjarnegara, mungkin karena orang tuaku tak ingin anaknya nanti menjadi bandel karena pergaulan di kota Jakarta, aku pun pamit kepada Bapak dan Umi, mereka berpesan kepada ku untuk sekolah yang rajin dan benar agar tidak menyianyiakan biaya yang telah dikeluarkan orangtuku untuk membiayai aku. Setiap liburan sekolah aku selalu pulang kerumah tak lupa untuk bermain ketempat Bapak dan menginap disana aku selalu membagi waktu liburanku untuk kedua keluargaku.

Tanpa terasa aku telah masuk dibangku perkuliahan, di tahun 2009 aku resmi menjadi seorang mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta, aku berkuliah disana dengan mengambil jurusan teknik otomotif, sewaktu kuliah aku mulai lupa untuk memberikan kabar kepada keluarga angkatku, sedih rasanya ketika mengingat kembali hal tersebut, dari 3x Hari Raya Idul Fitri pun aku baru 1x bersilaturahmi kepada beliau. Saat itu aku sudah medapat kabar Beliau telah sakit gagal ginjal dari abang, namun hanya beberapa kali saja aku menengok bapak. Hingga di hari Raya Idul Fitri tahun 2012 aku tak dapat pulang ke Jakarta, aku hanya dapat mengucapkan mohon maaf ini melalui ponsel, belum genap 2 minggu lamanya aku mendengar suara bapak di telepon tepat ditanggal 4 September 2012 aku mendapat kabar beliau meninggal dari mama, betapa kagetnya dan tak bisa berkata apa-apa, tanpa terasa air mata telah menetes melewati pipi ini, kutelepon abang untuk mengetahui keadaan disana, namun sama saja dia telah sibuk menyiapkan prosesi pemakaman Bapak yang rencananya akan dimakamkan di pandegelang di kampung halaman Bapak. Masih teringat ketika bapak masih sehat, beliau ingin melihatku Wisuda namun belum sempat aku wisuda beliau sudah meninggalkan ku, mungkin Tuhan berkehendak lain, Bapak sudah lama menahan rasa sakit ini mungkin sudah waktunya Bapak untuk meninggalkan semua dan diangkat beban itu, semua kenangan yang terlewati masih terekam jelas dikepala ini, semua kata-kata beliau. Hari Raya Idul Fitri tahun ini pun aku belum sempat untuk pergi kemakam Bapak. Bapak mungkin engkau telah tenang disana, Anto udah lulus tahun kemarin pak, sekarang Anto sudah kerja juga, kadang anto sempetin maen kerumah Umi, eneng, roup, A’ syahrul semua baik-baik aja Pak, jadi Bapak gak usah khawatir disana, Bapak tenang aja ya jangan sedih lagi, suatu saat Anto bakal pergi ke makam Bapak untuk bertemu sama Bapak. mungkin Anto gak punya foto bareng bapak, tapi anto merasa bapak selalu ada ngawasin anto, memberikan senyum saat anto maen ke rumah. Bapak terimakasih ya buat semua ilmu yang bapak kasih, Anto janji gak akan lupa sama bapak, anto akan selalu mendoakan bapak, bapak yang tenang ya disana ^_^. salam sayang dari anakmu ini

Kaka Ariyanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s